di TV sekarang banyak berita tentang nasib para pekerja wanita Indonesia yang membuat banyak dahi bekerut
pekerja yang dihukum pancung, dihukum potong tangan, tewas karena disiksa majikan, dan lain lain
kita tahu, hampir tiap tahun kita melihat berita tentang nasib pekerja Indonesia yang tidak beruntung, tapi sepertinya tidak ada tindakan yang cukup "greget" dari pemerintah
bukankah ada undang undang perlindungan bagi mereka? kenapa bisa sampai berjatuhan banyak korban?
contoh nyata adalah Darsem, pekerja Indonesia di Arab Saudi. dia bisa terlepas dari hukuman asal membayar uang tebusan sebesar 4,7 milyar
kenapa saat Ruyati dulu tidak demikian? kenapa pemerintah bisa kurang tanggap sehingga Ruyati harus meregang nyawa karena hukuman pancung?
sebenarnya miris ketika berpikir kenapa warga Indonesia bekerja di luar justru sebagai PRT?
begitu rendahnyakah SDM rakyat Indonesia sehingga harus bekerja di luar sebagai PRT?
ingat saat dulu di awal kemerdekaan kita, di bawah pimpinan Presiden Soekarno, justru bangsa kita yang menjadi pelopor
tapi kini? bangsa kita hanyalah bangsa yang terus mengekor
sampai kapan kita akan terus begini?
pemerintah asyik mengadakan kunjungan ke luar negeri dengan biaya miliaran lebih, membangun infrastruktur pribadi dengan biaya yang tidak terhitung
bukankah itu semua bisa digunakan untuk membangun SDM di Indonesia?
bukankah itu semua bisa digunakan untuk memperbaiki nasib rakyat kalangan bawah di Indonesia? kalangan yang bahkan jarang terjamah oleh para atasan, kalangan yang hanya dilihat sebelah mata
mereka juga manusia, mereka juga punya hak, bukan diperbudak dan dihilangkan hak-haknya sebagai manusia seperti itu
sampai kapan pemerintah terus menutup mata?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar