Rabu, 22 Mei 2013

Bukan EGEPE, Tapi AGAPE!

Sekarang ini, banyak orang yang suka bertindak tanpa memikirkan perasaan orang lain. Berbicara yang menyakitkan, atau berperilaku yang membuat orang tersinggung. Tapi pas kita tegur, komentarnya cuma, "Emang gue pikirin?" atau yang suka sok-sok Inggris, "So what? I don't care." Walaupun memang tidak semua orang memberikan respon seperti ini.

Pernah denger ungkapan "Lidah tak bertulang"? Ya, lidah kita emang ngga bertulang, tapi lidah kita bisa lebih tajam dari pisau yang rajin banget diasah. Omongan kita bisa menyakiti orang lain, entah kita sadar atau tidak. Omongan yang nyinyir dan sebagainya yang mungkin sering kita ungkapkan.

Terlebih kalau saat kita tidak menyukai seseorang, tidak hanya omongan kita, tapi juga perilaku kita pasti menyakiti orang tersebut tanpa sadar. Padahal terkadang alasan kita membenci seseorang itu sangat sepele. Karena sikap atau hal-hal yang sebenarnya tidak merugikan hidup kita. Salah satu permasalahan manusia sekarang adalah terlalu sibuk melihat kesalahan orang lain tanpa bercermin kepada diri sendiri.

Mengapa harus membenci seseorang tanpa alasan jika orang itu bahkan tidak pernah sedikit pun melukai hidup kita? Mengapa kita harus membenci orang lain dan mengorbankan hati dan tenaga kita? Kenapa kita tidak mengasihi saja semua orang tanpa perlu kita membencinya dan menyakitinya?

Sampai kapan mau mengucap, "Egepe.", "Emang gue pikirin.", "I don't care."? Sampai kapan?

Yuk, kita sama-sama belajar untuk berhenti EGEPE dan menggantinya dengan AGAPE.
AGAPE = KASIH. 

Tuhan sudah begitu baik pada kita, Dia mengasihi kita tanpa syarat. Tanpa melihat latar belakang kita. Dan haruskah kita membenci sesama saat Tuhan sudah begitu baik mengajarkan kasihNya yang tanpa syarat? Yang senantiasa memaafkan?

Kita sama-sama belajar untuk tidak menghakimi seseorang tanpa alasan, karena kita tidak berhak menghakimi, tetapi Dia yang memiliki hak untuk melakukan penghakiman pada kita. Dan kini saatnya kita untuk sama-sama belajar untuk memulai agape (kasih) kepada setiap orang di sekitar kita, karena kasih itu membahagiakan :)

--Thank you for Your forgiveness, Lord




Tidak ada komentar:

Posting Komentar