Rabu, 15 Mei 2013

Mengeluh?

MENGELUH.

Siapa yang ngga tau kata ini? Atau bahkan ngga tau artinya? Gue coba search di Google dengan keyword "definisi mengeluh" dan gue mendapatkan ini, "menyatakan susah (krn penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb): meskipun tugas itu sangat berat." Yang bisa gue simpulkan sendiri adalah suatu keadaan dimana kita menyatakan kesusahan yang kita alami karena penderitaan, sakit, dsb.


Siapa yang ngga pernah mengeluh? Coba sini ajak ketemu gue kalau ada orang yang ngga pernah mengeluh sedikitpun selama hidup, mau gue traktir teh botol terus gue ajak ngobrol panjang lebar, siapa tau dia bisa ajarin gue caranya buat ngga mengeluh. Two thumbs up banget buat orang itu!


Oke, gue ngga memungkiri kalau gue juga pernah mengeluh. Mungkin lebih tepatnya bukan "pernah", mungkin "sering", atau "jarang"? Entahlah. Intinya gue punya pengalaman dimana akhirnya gue mengeluarkan kata-kata keluhan.

Ngga asing deh sama omongan, "Aduh, berat banget deh." atau "Ah gila, kerjaan numpuk banget ngga ada habisnya." dan berbagai macam kalimat yang intinya menyampaikan keluhan. Bahkan narik napas dan menghembuskan napas panjang itu salah satu bentuk mengeluh yang terselubung lho. Sadar ngga?

Mengeluh emang wajar, namanya juga manusia biasa. Bisa ngerasain capek, terbebani, dan semacamnya. Bahkan terkadang ada juga yang habis mengeluh malah tambah semangat. Salah seorang temen ada yang sering banget ngomong gini, "Capek banget kerjaan gini mulu ngga ada habisnya." Tapi ngga sampai 5 menit kemudian dia bilang, "Harus cepet dikerjain deh ini, biar cepet beres." Dan dia langsung semangat banget. Buat gue, itu salah satu bukti bahwa terkadang mengeluh itu justru jadi energi tambahan buat semangat kita. Asal sesuai porsinya.

Oke, bahas sesuai porsi, pernah ngga denger orang yang hampir tiap saat kayaknya mengeluh terus? Tiap update PM isinya mengeluh, update status FB atau twitter juga sama. Pernah? Atau bahkan denger secara langsung? Lo risih ngga? Kalau gue, gue jujur aja ngerasa risih.

Disini gue bukan mau judge, cuma mau menyampaikan sudut pandang gue aja. Mengeluh terus ngga bikin masalah atau kerjaan lo beres. Kalau masih sesuai porsi sih ngga masalah. Tapi kalau udah lewat batas porsi seharusnya? Duh.

Hidup lebih bermakna kalau kita bersyukur. Mengeluh sesekali wajarlah, namanya juga manusia biasa bukan Tuhan. Tapi kalau bisa, jangan setiap detail hidup dipakai buat mengeluh. Sesekali mengucap, "Puji Tuhan." kalau lo Nasrani atau "Alhamdulillah." kalau lo Muslim. Itu bakal lebih bikin hati lo lebih lega, Sob.

Kalau setiap detail di hidup cuma kita pakai buat mengeluh, capek hati sama mulut kita. Kasian. Sayang kan sama mulut sendiri? Yuk coba dari sekarang, gue juga masih dalam tahap ini kok, berusaha untuk mensyukuri tiap aspek sekalipun gue emang mengeluhkan hal itu.

Percaya deh, dengan bersyukur hidup kita bisa lebih bermakna, hati juga bisa lebih lega. Sekalian menyayangi mulut sama hati. Kasian kalau dipakai mengeluh aja.

Sekali lagi, maaf-maaf kata nih ya kalau post gue terkesan sok tau, cuma mau bercerita dari sudut pandang gue. Jangan laporin blog gue ke MUI dan dibilang sesat kayak Eyang Subur. Salam Peace, Love, and Gaul! \m/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar